Unit Konsultansi & Supervisi BKI bekerjasama dengan Divisi Training BRI menyelenggarakan BRI Maritime Training 2008 yang diadakan di Ruang Giro Gedung BRI I Jakarta. Acara yang berlangsung dari tanggal 17-21 November itu dibuka oleh Kadiv Bisnis Umum BRI Agus Katon E.S. didampingi Direktur Usaha BKI R. Wibisono.
Dalam sambutan pembukaannya Kadiv Bisnis Umum BRI mengatakan bahwa bidang marine ini termasuk bidang yang masih belum banyak disentuh oleh perbankan di Indonesia karena dianggap sebagai bidang yang beresiko tinggi. Apalagi di kalangan perbankan juga masih jarang personil yang mengusai masalah maritim khususnya bidang perkapalan.
“BRI sendiri sejauh ini baru menangani pembiayaan untuk satu kapal, dengan adanya training ini diharapkan ke depan peranan BRI dalam pembiayaan kapal dapat ditingkatkan karena adanya pengetahuan teknis mengenai kapal,” kata Agus Katon.
Sementara itu Direktur Usaha BKI R. Wibisono ketika memberikan kata pengantar pada training ini mengatakan bahwa untuk menaksir dan menilai harga maupun kondisi suatu kapa diperlukan keterampilan khusus sehingga tidak semua perusahaan jasa penilai dapat melakukannya. “Sebagai biro klasifikasi BKI memiliki kemampuan dan pengalaman lebih dalam menilai kondisi teknis dan harga sebuah kapal diandingkan perusahaan jasa penilai lainnya,” kata Wibisono. “Oleh karena itu ketepatan hasil penilaian BKI jelas lebih baik dan lebih dapat dipercaya,” tambahnya.
Selain pemberian materi di dalam kelas, para peserta juga akan diajak melakukan site visit ke galangan dan kapal untuk dapat melihat dan lebih memahami kondisi sebenarnya. Materi yang diberikan bukan hanya mencakup ruang-lingkup tugas dan kewenangan BKI sebagai badan klas, tetapi juga menyangkut aspek lain seperti kelengkapan administratif/dokumen kapal dan asuransi marine.
Sumber : Humas BKI , 18 Nopember 2008 |