Senin, 26 Nopember 2012 - 16:25:03
Partisipasi BKI dalam ACS (Asian Classification Societies), Terkait amandemen untuk Green House Gas pada MARPOL Annex VI

Asosiasi Badan Klasifikasi se-Asia (Asian Classification Societies) atau disingkat ACS telah secara resmi dibentuk pada 1 Februari 2010 di Bali. Pada forum yang dihadiri oleh 6 (enam) badan klasifikasi tersebut, telah disepakati secara aklamasi untuk membentuk asosiasi ACS dengan menyetujui Piagam ACS (ACS Charter).


Anggota ACS saat ini adalah BKI (Biro Klasifikasi Indonesia), CCS (China Classification Society), IRS (Indian Register of Shipping), KR (Korean Register of Shipping), NK (Nippon Kaiji Kyokai) and VR (Vietnam Register). ACS dibentuk dengan mengemban misi untuk mempromosikan aspek keselamatan kapal di laut dan perlindungan lingkungan maritim serta meningkatkan peranan anggotanya di kawasan Asia dan meningkatkan pengaruh Asia di kancah industri maritim dunia melalui kerjasama dan akumulasi keunggulan pengetahuan dan keahlian teknik masing-masing anggotanya.  Dengan adanya ACS diharapkan badan-badan klasifikasi di Asia dapat saling bekerjasama dalam bidang penelitian dan pengembangan peraturan dan ketentuan klasifikasi serta meningkatkan peranannya sebagai mitra badan-badan pemerintah yang terkait dan kalangan industi maritim khususnya dalam mempromosikan aspek keselamatan kapal di laut dan perlindungan lingkungan maritim.  Selain itu melalui forum ACS diharapkan juga terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman sehingga badan-badan klasifikasi yang sedang berkembang seperti BKI dan VR dapat lebih meningkatkan standar teknik dan pelayanannya sesuai standar internasional.


Dalam mengemban misi tersebut, ACS membagi dirinya menjadi  8 Technical Working Group yang terdiri dari:


Masing masing Working Group yang terbentuk bertugas untuk melakukan sharing informasi mengenai regulasi internasional terkait dan  membahas trend technology yang sedang berkembang. Untuk saat ini, salah satu Working Group yang mendapatkan prioritas tinggi pada forum ACS adalah Working Group untuk Green House Gas (ACS WG/GHG).  Salah satu alasan memprioritaskan Working Group ini adalah adanya item mandatori yang akan diamandemen pada MARPOL Annex VI, yaitu regulasi mengenai energy eficiency yang harus dipenuhi oleh suatu kapal. Regulasi ini bertujuan untuk mereduksi emisi gas rumah kaca (green house gas) dan akan efektif berlaku mulai 1 Januari 2013. Per MEPC ke-62 (11 s.d. 15 Juli 2011), komite memutuskan untuk mengamandemen 2 item mandatori yaitu Energy Eficiency Design Index (EEDI) dan Ship Energy Efficiency Management Plan (SEEMP). Selain itu, komite juga melakukan pengkajian terhadap Energy Efficiency Operational Index (EEOI) . Per MEPC ke-63 (27 s.d. 2 Maret 2012) komite IMO telah merevisi dan memfinalisai guideline terkait mandatori tersebut.


Berkaitan dengan amandemen dan perkembangan regulasi MARPOL Annex VI tersebut, ACS WG/GHG menitik beratkan aktivitasnya pada pembahasan EEDI, SEEMP dan EEOI serta transfer knowledge berkaitan dengan bidang tersebut. WG/GHG yang diketuai oleh Mr. Han, Gil Young dari Korean Register (KR) ini, sudah melaksanakan 2 (dua) kali pertemuan di Korea. Pertemuan pertama adalah kick off Meeting yang dilaksanakan di Daejeon Korea pada tanggal 25 - 26 Agustus 2011, dengan membahas cek posisi masing masing calssification society member terhadap isu GHG. Identifikasi pada cek posisi ini selanjutnya digunakan untuk merumuskan prioritas langkah kerja ke depan yang akan diambil oleh ACS . Cek posisi pada kick off Meeting ini dilakukan melalui presentasi oleh masing masing perwakilan badan klasifikasi yang hadir, termasuk presentasi dari perwakilan BKI. Kesimpulan hasil kick off meeting ini adalah seluruh perwakilan yang hadir memutuskan bahwa WG GHG akan mengembangkan regulasi terkait Green House Gas yaitu; Guideline untuk SEEMP dan Guideline untuk EEOI sebagai produk publikasi ACS. Sasaran pengembangan guideline ini adalah untuk menyediakan layanan teknis bagi industri perkapalan dalam regional Asia. Selain produk publikasi tersebut, anggota ACS juga diharapkan dapat memperkenalkan eksistensi dan meningkatkan citra ACS di regional Asia. Upaya BKI untuk mengemban misi ini dilakukan dengan melaksanakan seminar teknik BKI-KR di hotel Sultan pada tanggal 24 Maret 2011 dimana salah satu materinya adalah ‘Eco-friendly Green ship & Critical Element Technology’.


Hasil keputusan pada kick-offf meeting tersebut selanjutnya dilanjutkan dengan pembahasan dan tukar pendapat secara korespondensi melalui email. Dalam proses korespondensi tersebut telah terbentuk draft guideline SEEMP yang disusun oleh BKI untuk dikembangkan pada 2nd WG/GHG Meeting. 2nd WG/GHG Meeting yang diadakan di Hotel Westin Chosun Busan Korea, tanggal 24-25 April 2012, membahas finalisasi draft guideline SEEMP dan membahas pengembangan  kerangka draft EEOI.  Dalam pertemuan kali ini, BKI telah menunjukkan peran aktifnya dalam forum ACS yang ditunjukkan dengan men-submit draft guideline SEEMP sebagai materi pembahasan dalam meeting. Selain itu, BKI juga dipercaya sebagai ketuauntuk sub working group finalisasi guideline SEEMP, dan untuk pengembangan draft guideline EEOI, sub working group diketuai oleh class NK.  Peran aktif BKI pada forum international seperti ACS, menunjukkan komitmen BKI untuk menjadi mitra pemerintah berkaitan dengan ratifikasi MARPOL annex VI di Indonesia.  Selain itu, secara intens, BKI juga melakukan sosialisasi dan kajian teknis pada pengguna jasa di Indonesia terhadap perkembangan regulasi MARPOL Annex VI. Upaya tersebut dilaksanakan dengan  mengadakan seminar teknik BKI-MTU di hotel Borobudur tanggal 22 Maret 2012 dan seminar teknik HUT BKI yang akan dilaksanakan tanggal 27 Juni 2012,  dengan salah satu topik utamanya adalah implementasi MARPOL Annex VI di Indonesia terkait isu GHG.


[ Kembali ]